Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Jumat, 12 Juli 2013
‘‘Mengapa Ridho Suami Itu Syurga Bagi Istrinya’’ ...
Bismillah
... Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia
dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur
hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya
kepada ibunya sendiri.
Suami
dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia
beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad
menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya
terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
Suami ridha
menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak²mu serta dirimu. Padahal
dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar
oleh anak²mu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri,
disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih
baik daripadanya di sisi Allah.
Suami
berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.
Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia
mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang
memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan
dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
Suami
berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang
hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya
berkali².
Bila engkau
melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut
bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan
pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal² yang
harus dipertanggung jawabkannya sendiri... Subhanallah...
Percayalah,..Ternyata Umat ISLAM itu kaya ...
Bismillahi
minal Awwali wal Akhiri .. SEORANG sahabat bernama Andi, bukan nama asli,
berkisah bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Yahudi. Ia sudah menjadi
manusia yang kaya raya di usianya yang belum lagi 40 tahun. Lebih dari 200
negara sudah ia sambangi. Semua itu dilakukan demi mencari kekayaan dunia
untuknya, dan untuk perusahaannya yang dimiliki orang Yahudi.
Dia bertutur
betapa satu sen pun harus dikejar dalam bisnisnya. Kerugian meski hanya satu
dollar akan membuat pemilik usaha menjadi panik. Apalagi model krisis global
seperti saat ini.
Selalu
mencari harta. Mengejar kekayaan dunia. Takut miskin. Itulah yang selalu
tertanam dalam benaknya!
Namun dalam
sebuah tugasnya di Maroko, Afrika Utara, Andi singgah di sebuah perkampungan
muslim yang sederhana lagi bersahaja. Sebagai seorang muslim, kehadirannya di
kampung itu disambut dengan baik oleh muslim di sana.
Andi dijamu
makan dan makanan untuk disantap pun sudah tersaji di hadapan. Namun tidak
seorang pun mulai menyantap makanan dan Andi pun belum lagi dipersilakan.
Hingga seseorang datang ke dalam ruang makan lalu menyampaikan berita kepada
tuan rumah dalam bahasa Arab. Usai itu, Andi pun dipersilakan untuk makan.
Saat
menyantap hidangan itu, Andi diberitahu oleh tuan rumah bahwa warga kampung
muslim tersebut tidak akan pernah menyantap makanan, selagi mereka belum merasa
yakin bahwa di luar sana tidak ada seorang pun yang kelaparan. Warga di dusun
tersebut saling berbagi makanan antara satu rumah dengan yang lain. Dan orang
yang datang sebelum santap makanan tadi, adalah pembawa kabar bagi tuan rumah
yang menyampaikan bahwa ia sudah membagi makanan bagi penduduk kampung yang
belum mendapat makanan.
Andi malam
itu mendapat pelajaran berharga bahwa berbagi kepada sesama akan membawa
ketentraman dan kebahagiaan. Penduduk desa ini mayoritas adalah penduduk
miskin, namun mereka bahagia dengan cara berbagi kepada sesama. Inilah
pelajaran yang jauh berbeda dari apa yang Andi dapatkan di perusahaan tempat ia
bekerja.
Usai dari
Maroko, ia ditugaskan untuk terbang ke Cairo, Mesir. Perjalanan bisnis malam
itu membawa dirinya untuk menyewa sebuah taksi di sana. Taksi di kota Seribu
Menara itu dimiliki oleh perorangan, dan kebanyakan armadanya sudah jelek dan
bobrok.
Malam itu
Andi membuka pembicaraan dengan sopir taksi Mesir demi memecah kebekuan.
“Berapa uang yang kau hasilkan dalam sehari dengan membawa taksi seperti ini?”
Andi melempar tanya kepada sopir taksi. Di benaknya, Andi akan membayangkan
betapa jauh penghasilan yang akan disebutkan oleh sopir taksi ini dibandingkan
penghasilan yang ia dapatkan di perusahaan Yahudi terkenal. “Aku tak membawa
taksi ini seharian,” jawab sopir itu dengan bahasa Inggris sekenanya.
“Apakah kamu
punya pekerjaan lain di luar sana?” kejar Andi. “Alhamdulillah, aku punya dua
pekerjaan yang diberi Allah untukku. Dari pagi hari sampai sore aku bekerja di
restoran, malam harinya aku menjadi supir taksi,” sahut sang sopir.
“Apakah
hidup di Mesir sudah sedemikian sulit sehingga engkau harus bekerja double dan
mencari nafkah sampai malam?” tanya Andi lagi. “Tidak…., hidup di negeri ini
amat nikmat sekali! Dari pagi hingga sore aku mencari nafkah untuk diriku dan
keluarga dan itu cukup untuk kami…” jelas sang sopir. “Lalu mengapa engkau
menjadi sopir taksi?” kejar Andi.
“Saudaraku….,
hidup ini hanya sekali. Dan aku ingin hidup yang cuma sekali ini berarti untuk
bekalku setelah mati. Maka sudah beberapa lama ini aku membawa taksi agar aku
bisa mencari tambahan penghasilan dan kemudian aku sedekahkan kepada mereka
yang membutuhkan,” jelas sang sopir.
Degg…!
kalimat itu terasa bagai kilat menyambar di hati Andi. Betapa hebat niat sopir
taksi itu gumamnya. Tak pernah dengan kekayaan yang dimiliki, Andi bercita-cita
mulia seperti itu. Tak berani ia meneruskan pembicaraan dengan sopir taksi.
Dalam hati Andi bergumam bahwa seluruh harta yang ia cari rupanya belum
apa-apa, dibandingkan kekayaan hati yang dimiliki penduduk muslim miskin di Maroko
dan supir taksi shalih yang ia temui di Cairo, Mesir ini.
“Rupanya
umat Islam lah yang memiliki kekayaan yang hakiki!” gumam Andi.
Rasulullah
SAW bersabda, “Siapa di antara kalian di waktu pagi ia merasa aman rumah
tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan untuk hari itu,
maka seolah-olah ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan semua
kesempurnaannya.” (HR. Tirmidzi)
. KEAJAIBAN NAMA NABI MUHAMMAD ...
Subhanallah.!
Muslim Harus Baca..!
Nama Nabi
Muhammad saw adalah nama yang paling banyak di puji dan di sebut sebut di
permukaan bumi setiap kejapnya.
Jika
penduduk dunia 5 milyar orang dan muslim 2 milyar . katakanlah yang sholat
fardhu 80 % nya maka 80 % x 2 milyar = 1,6 milyar
Jika dalam
sholat fardhu di sebut nama Nabi Muhammad SAW sebanyak sholat shubuh 4 kali,
dhuhur 8 kali, ashar 8 kali, maghrib 8 kali dan isya 8 kali maka satu orang
muslim yang selalu sholat fardhu menyebut nama Nabi Muhammad SAW sebanyak 36
kali…Maka 36 x 1,6 milyar = 57,6 milyar kali nama Nabi Muhammad shalallahu
alaihi wasallam di sebut. Subhanallah
Jika di
Indonesia sehari 24 jam maka permenit = 24 x 60 = 1440 menit x 60 detik = 86400
detik
57,6 milyar
/ 86400 detik = 66.666,67 perdetik nama nabi Muhammad saw di sebut-sebut
subhanallah.
Sebagaimana
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang mengucapkan salam kepadaku , maka aku
jawab salam mereka.
Jika dalam
sholat bersalam kepada Rasulullah saw sebanyak maghrib 2 kali, isya 2 kali,
shubuh sekali, dhuhur 2 kali dan ashar 2 kali maka seorang yang bersalam
sebanyak 9 kali
9 x 1,6
milyar = 14.4 milyar salam dan pasti di jawab semuanya oleh sayyidina Muhammad
shalallahu alaihi wasallam
... DOA SEORANG ANAK , SEBUAH KISAH YANG MENGGETARKAN HATI ...
Bismillahir-Rah¬maanir-Rahim
... Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid
menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan
ia tidak rela bila buah hatinya yg masih kanak2 melaksanakah smua shalat lima
waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah
shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat tlah
membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya
menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.
Namun
sungguh menakjubkan, di usianya yg tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dgn
polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dgn halus keinginan ibunya agar ia
tidak perlu bersusah payah untuk shalat, "Ibu, dgn shalat aku merasa
bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dgn baik,
PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan
aku masih punya waktu untuk bermain."
Saat sang
ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan
ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yg dianggapnya semua itu terlalu
dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang
suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran
anaknya.
Sang suami
berusaha menghibur istrinya yg cemas dgn mengatakan, "Biarkan saja, itu
kan hanya perilaku kanak-kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan
kembali pada perilakunya semula."
Hati pun
terus bergulir, ucapan sang suami yg menjadi harap sang ibu blm juga muncul
tanda2 akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat.
Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung
tekad bulatnya untuk slalu shalat berjamaah di masjid.
Hingga suatu
pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih
dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari
kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati,
takut dan cemas membayangi hatinya.
Hampir saja
sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yg terbuka saat terdengar lamat2
kata bercampur isak tangis. Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa,
"Ya
Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk kepada ayahku ,
sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga
keduanya tidak masuk neraka."
Sang ibu tak
kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati. Air
matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia
bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya
mendengarkan doa buah hatinya.
Keduanya
mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya,
"Ya
Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu
wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku
cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. Ya Allah , sayangilah mereka
sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku."
Sang ibu tak
kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya
erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak
dan istrinya seraya berucap kpd buah hatinya,
"Anakku
sayang, Allah telah memperkenankan doamu."
Sejak itu,
keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan
perintah2 Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya.
Subhanallah,,,
Maha Suci Allah ..Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hamba Nya .. hidayah
dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..



Unknown


